Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen untuk mempermudah proses perizinan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif, guna menarik aliran investasi senilai Rp20 triliun ke wilayahnya.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri lokal.
Beberapa langkah konkret yang akan diterapkan antara lain:
- One‑Stop Service (OSS) Terintegrasi: Semua jenis izin usaha dapat diurus melalui satu portal daring, mengurangi waktu proses dari berminggu‑minggu menjadi hitungan hari.
- Digitalisasi Dokumen: Penggunaan tanda tangan elektronik dan arsip digital mengeliminasi kebutuhan dokumen fisik.
- Fast‑Track untuk Sektor Prioritas: Sektor pariwisata, agribisnis, energi terbarukan, dan manufaktur akan mendapatkan layanan percepatan.
- Insentif Fiskal: Pengurangan atau pembebasan pajak daerah bagi investor yang menanamkan modal di atas batas tertentu.
- Pembinaan Pasca‑Investasi: Tim khusus akan memantau pelaksanaan proyek dan memberikan bantuan teknis bila diperlukan.
Berikut adalah target sektor investasi beserta estimasi nilai yang diharapkan:
| Sektor | Estimasi Investasi (Rp Triliun) |
|---|---|
| Pariwisata dan Hospitality | 5,0 |
| Agribisnis (kelapa, kopi, kakao) | 4,5 |
| Energi Terbarukan (solar, biomassa) | 3,0 |
| Manufaktur Ringan | 3,5 |
| Infrastruktur dan Logistik | 4,0 |
Dengan total target Rp20 triliun, diharapkan investasi ini dapat menambah PDRB Lampung sebesar 2‑3 % per tahun dan menciptakan lebih dari 30.000 lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan.
Pemprov Lampung juga berkoordinasi dengan kementerian terkait serta lembaga keuangan untuk menyediakan pembiayaan yang kompetitif bagi pelaku usaha, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang ingin mengembangkan usahanya.
Implementasi kebijakan kemudahan perizinan dijadwalkan mulai kuartal pertama 2025, dengan evaluasi berkala setiap enam bulan untuk memastikan efektivitas dan menyesuaikan prosedur bila diperlukan.




