Peneliti Unej Ungkap Puyuh Gonggong Biasa di Pandalungan, Bukan Fauna Langka
Peneliti Unej Ungkap Puyuh Gonggong Biasa di Pandalungan, Bukan Fauna Langka

Peneliti Unej Ungkap Puyuh Gonggong Biasa di Pandalungan, Bukan Fauna Langka

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Peneliti Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember (Unej), Arif, mengungkapkan bahwa puyuh gonggong yang sebelumnya dianggap langka ternyata merupakan fauna umum di wilayah Pandalungan.

Berikut adalah beberapa ciri utama puyuh gonggong yang diamati oleh tim peneliti:

  • Ukuran tubuh: 18‑22 cm
  • Bobot: 150‑180 gram
  • Warna bulu: coklat keabu-abuan dengan bercak hitam di sayap
  • Habitat: hutan pinggiran, kebun sawah, dan semak belukar
  • Polah makan: biji-bijian, serangga kecil, dan buah liar

Data survei juga menunjukkan bahwa populasi puyuh gonggong meningkat sekitar 12 % dibandingkan dengan data lima tahun lalu, yang menandakan tren positif bagi konservasi lokal. Namun, peneliti memperingatkan bahwa tekanan dari perburuan liar dan konversi lahan tetap menjadi ancaman potensial.

Arif menekankan pentingnya edukasi masyarakat Pandalungan mengenai nilai ekologi puyuh gonggong serta perlunya kebijakan perlindungan yang lebih kuat. “Jika kita dapat memanfaatkan potensi ekonomi lokal, misalnya melalui ekowisata atau pemanfaatan telur secara berkelanjutan, maka masyarakat akan lebih termotivasi untuk melindungi habitatnya,” ujar ia.

Universitas Jember berencana melanjutkan penelitian lanjutan dengan melibatkan mahasiswa dan stakeholder setempat untuk memantau dinamika populasi dan mengembangkan program konservasi berbasis komunitas.