Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa bayi dan balita di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak mengalami paparan layar sama sekali, baik itu televisi, smartphone, tablet, maupun komputer. Kebijakan ini dikenal sebagai zero screen time dan menjadi rekomendasi utama bagi orang tua yang ingin melindungi tumbuh kembang anak.
Beberapa alasan medis yang mendasari larangan ini antara lain:
- Perkembangan otak: Otak anak pada usia dini masih dalam fase pembentukan sinapsis yang sensitif terhadap rangsangan visual berlebih.
- Kemampuan bahasa: Interaksi tatap muka lebih efektif dalam merangsang kemampuan bicara dibandingkan menonton video.
- Kesehatan mata: Paparan cahaya biru dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan jangka panjang.
- Poli tidur: Penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian.
- Perilaku sosial: Anak yang terlalu banyak menatap layar cenderung kurang terlibat dalam permainan kreatif dan interaksi sosial.
IDAI juga menyarankan langkah-langkah praktis bagi orang tua untuk menerapkan kebijakan ini:
- Hapus atau simpan perangkat elektronik di tempat yang tidak mudah dijangkau.
- Gantikan waktu menonton dengan aktivitas fisik, membaca buku bergambar, atau bermain peran.
- Gunakan timer untuk mengatur batas waktu bila memang diperlukan penggunaan perangkat pada anak berusia dua tahun ke atas.
- Berikan contoh positif dengan mengurangi penggunaan gadget di depan anak.
Berikut rangkuman rekomendasi usia vs paparan layar menurut pedoman IDAI:
| Usia Anak | Rekomendasi Paparan Layar |
|---|---|
| 0‑6 bulan | Tidak ada paparan layar |
| 6‑12 bulan | Tidak ada paparan layar; interaksi langsung lebih diutamakan |
| 12‑24 bulan | Tidak ada paparan layar kecuali untuk panggilan video dengan keluarga terdekat |
| 2‑5 tahun | Maksimum 1 jam per hari, konten edukatif, dipantau orang tua |
Dengan menerapkan kebijakan zero screen time sejak dini, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial secara optimal, sekaligus melindungi kesehatan mata dan pola tidur yang sehat.




