Penerima Beasiswa LPDP Digembleng Seminggu oleh TNI di Lanud Halim Sebelum Kuliah S2 dan S3
Penerima Beasiswa LPDP Digembleng Seminggu oleh TNI di Lanud Halim Sebelum Kuliah S2 dan S3

Penerima Beasiswa LPDP Digembleng Seminggu oleh TNI di Lanud Halim Sebelum Kuliah S2 dan S3

Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menambahkan tahapan wajib bagi para penerima beasiswa S2 dan S3, yaitu mengikuti pelatihan militer selama satu minggu di Lanud Halim, Jakarta. Pelatihan ini dirancang untuk menyiapkan mental, kedisiplinan, dan karakter penerima beasiswa sebelum menempuh studi lanjutan di dalam maupun luar negeri.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara mencakup beberapa komponen utama:

  • Latihan Fisik: Senam pagi, lari jarak menengah, serta latihan kebugaran dasar untuk meningkatkan stamina.
  • Simulasi Survival: Kegiatan bertahan hidup di alam terbuka, termasuk pembuatan tempat berlindung, pengelolaan sumber air, dan navigasi menggunakan kompas.
  • Pengembangan Kepemimpinan: Skenario tim, pengambilan keputusan dalam tekanan, dan latihan komunikasi efektif.
  • Etika dan Disiplin Militer: Pengenalan kode etik TNI, tata tertib, serta pentingnya rasa tanggung jawab pada tugas.

Jadwal harian selama seminggu dirinci dalam tabel berikut:

Hari Kegiatan
Senin Pengenalan TNI, orientasi lapangan, dan tes kebugaran awal
Selasa Latihan fisik intensif dan simulasi survival
Rabu Workshop kepemimpinan, permainan peran
Kamis Latihan taktik dasar, navigasi, dan komunikasi
Jumat Uji coba tim, evaluasi mental, dan refleksi pribadi
Sabtu Penilaian akhir, pemberian sertifikat, dan sesi tanya jawab
Minggu Istirahat, kegiatan kebersamaan, serta penutupan resmi

Para penerima beasiswa menyatakan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kedisiplinan dan ketahanan mental. Salah satu peserta mengungkapkan, “Latihan ini mengajarkan saya cara mengelola stres dan bekerja efektif dalam tim, hal yang sangat berguna saat belajar di luar negeri.”

LPDP menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah persyaratan akademik, melainkan upaya menyiapkan generasi penerima beasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter. Diharapkan, lulusan beasiswa yang telah melewati fase ini akan menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan global dengan integritas dan ketangguhan.