Frankenstein45.Com – 15 April 2026 | Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menyatakan bahwa meski ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran masih tinggi, jalur diplomasi antara kedua negara belum sepenuhnya ditutup. Menurutnya, adanya peluang dialog tetap ada asalkan pihak-pihak terkait bersedia menurunkan sikap konfrontatif.
Azzqy menyoroti beberapa faktor kunci yang masih membuka ruang bagi perundingan damai, antara lain:
- Keberadaan saluran komunikasi tidak resmi yang tetap aktif di antara pejabat kedutaan dan lembaga intelijen kedua negara.
- Kepentingan bersama dalam menghindari eskalasi militer yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi global.
- Tekanan internasional, khususnya dari negara-negara sahabat yang mendorong solusi diplomatik.
Ia juga menambahkan bahwa peran pihak ketiga, seperti Uni Eropa atau PBB, dapat menjadi fasilitator penting dalam memediasi dialog. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan diplomasi sangat bergantung pada niat politik kedua belah pihak untuk mengesampingkan kebijakan unilateral.
Di samping itu, Azzqy mengingatkan bahwa dinamika politik domestik di masing-masing negara dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri. Oleh karena itu, stabilitas internal menjadi prasyarat agar kedua negara dapat fokus pada penyelesaian isu-isu bilateral secara damai.
Meski tidak ada jaminan bahwa perundingan akan segera terwujud, pernyataan pengamat tersebut menegaskan bahwa pintu diplomasi masih terbuka dan tidak dapat dikatakan sepenuhnya tertutup.




