Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Perubahan perilaku konsumen Indonesia semakin terlihat jelas dalam cara mereka mencari rekomendasi kuliner. Video pendek yang diunggah di platform digital kini menjadi acuan utama dibandingkan ulasan tertulis.
Beberapa faktor utama yang mendorong pergeseran ini antara lain:
- Kemudahan visual: video menampilkan proses penyajian, rasa, dan atmosfer tempat makan secara langsung.
- Kecepatan informasi: durasi singkat memungkinkan konsumen memperoleh gambaran lengkap dalam hitungan detik.
- Interaksi sosial: komentar dan reaksi penonton menambah kredibilitas rekomendasi.
Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts mencatat pertumbuhan pengguna aktif yang signifikan dalam segmen kuliner. Data internal menunjukkan peningkatan 35% penayangan konten kuliner video selama 12 bulan terakhir.
| Platform | Persentase Penayangan Kuliner |
|---|---|
| TikTok | 48% |
| Instagram Reels | 32% |
| YouTube Shorts | 20% |
Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner pun memanfaatkan tren ini dengan membuat konten video yang menonjolkan keunikan menu mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga mempercepat proses konversi dari penonton menjadi pelanggan.
Strategi efektif bagi pelaku usaha meliputi:
- Menggunakan pencahayaan yang baik dan menampilkan proses memasak secara detail.
- Mengajak influencer lokal untuk memperluas jangkauan audiens.
- Mengoptimalkan judul dan tag video dengan kata kunci yang relevan.
Dengan terus berkembangnya ekosistem digital, konten video diperkirakan akan tetap menjadi rujukan utama dalam pencarian kuliner selama beberapa tahun ke depan, mendorong pertumbuhan bisnis makanan dan minuman di Indonesia.







