Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola Program Masyarakat Berdaya Gizi (MBG) guna meningkatkan keamanan pangan nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sebanyak 16.046 Satuan Pengolahan Pangan Guna (SPPG) telah berhasil memperoleh Sertifikat Lembaga Hasil Sementara (SLHS) hingga akhir 2025.
SLHS merupakan bukti bahwa fasilitas pengolahan pangan telah memenuhi standar higienis dan keamanan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan. Dengan jumlah SPPG yang terdaftar ini, diharapkan dapat menurunkan risiko kontaminasi pangan serta mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
| Tahun | Jumlah SPPG | Status SLHS |
|---|---|---|
| 2023 | 12.340 | 8.210 |
| 2024 | 14.220 | 10.540 |
| 2025 | 16.046 | 12.875 |
Langkah selanjutnya, BGN berencana memperluas cakupan sertifikasi hingga tahun 2026, menargetkan lebih dari 20.000 SPPG yang telah memiliki SLHS. Upaya ini akan dipadukan dengan pelatihan intensif bagi petugas pengawasan serta penyuluhan kepada pelaku industri makanan kecil.
Penguatan tata kelola ini diharapkan tidak hanya meningkatkan standar produksi, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada konsumen domestik dan internasional terhadap kualitas produk pangan Indonesia.




