Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | PT Pertamina Gas (Pertagas), subholding gas PT Pertamina (Persero), kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan dengan meraih tiga penghargaan Proper Emas Kinerja Lingkungan Hijau (KLH). Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penganugerahan Proper Emas 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Lembaga Pengembangan Lingkungan.
Penghargaan Proper Emas diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan kinerja unggul dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian emisi, pengelolaan limbah, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian ekosistem. Pertagas berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut dalam tiga bidang utama:
- Pengelolaan Operasional – Implementasi sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001 yang mencakup audit rutin, pemantauan dampak lingkungan, dan perbaikan berkelanjutan.
- Pengurangan Emisi – Penerapan teknologi reduksi gas buang pada jaringan pipa gas, sehingga intensitas CO₂ per unit produksi menurun sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Program CSR Lingkungan – Pelaksanaan program penanaman kembali hutan mangrove di wilayah Sumatera Barat dan edukasi konservasi energi bagi masyarakat sekitar fasilitas.
Berikut ini rangkuman skor yang dicapai Pertagas dalam masing‑masing kategori dibandingkan standar nasional:
| Kategori | Skor Pertagas | Skor Minimum untuk Proper Emas |
|---|---|---|
| Pengelolaan Operasional | 86 | 80 |
| Pengurangan Emisi | 89 | 80 |
| Program CSR Lingkungan | 84 | 80 |
Direktur Utama Pertagas, Budi Santoso, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan standar lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Ia menambahkan bahwa Pertagas akan memperluas inisiatif hijau, termasuk pengembangan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi energi pada fasilitas produksi.
Dengan tiga penghargaan Proper Emas KLH, Pertagas menegaskan posisi sebagai pelopor praktik ramah lingkungan di sektor energi gas Indonesia, sekaligus menginspirasi perusahaan lain untuk mengadopsi standar serupa.




