Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) mempercepat pelaksanaan tahap pertama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Dharma Koperasi Mandiri Pulau (KDKMP) Pulau Sembur.
Proyek ini direncanakan menghasilkan daya sebesar 5 megawatt (MW) yang akan menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang selama ini menjadi satu-satunya sumber energi di pulau tersebut. Dengan mengandalkan energi surya, diharapkan biaya operasional dapat ditekan dan emisi karbon berkurang secara signifikan.
Berikut beberapa poin penting terkait pelaksanaan proyek:
- Kolaborasi lembaga: Pertamina NRE bertanggung jawab atas perencanaan teknis, penyediaan panel surya, dan instalasi, sedangkan Kemenkop mengoordinasikan peran koperasi lokal sebagai mitra operasional dan pemilik aset.
- Pendanaan: Anggaran proyek sebesar Rp 150 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kontribusi koperasi yang terlibat.
- Jadwal pembangunan: Pekerjaan konstruksi dimulai pada kuartal pertama 2024 dengan target penyelesaian fase pertama pada akhir 2025.
- Manfaat bagi masyarakat: Penyediaan listrik yang lebih stabil dan terjangkau, peningkatan peluang usaha di sektor energi terbarukan, serta pelatihan teknis bagi tenaga kerja lokal.
Selain manfaat ekonomi, proyek PLTS KDKMP Pulau Sembur juga menjadi contoh konkret implementasi kebijakan energi bersih Indonesia yang selaras dengan target bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat direplikasi ke pulau‑pulau lain yang masih bergantung pada generator diesel.
Pihak Pertamina NRE menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperluas jaringan PLTS di wilayah kepulauan, sementara Kemenkop menekankan pentingnya peran koperasi dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas energi.




