Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Pertamina, perusahaan energi milik negara Indonesia, meluncurkan serangkaian program dekarbonisasi yang mencakup seluruh lini bisnisnya. Upaya ini berhasil menurunkan total emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e selama tahun 2025.
Program dekarbonisasi mencakup tiga pilar utama:
- Optimalisasi operasi: Peningkatan efisiensi pembangkit listrik, pemurnian, serta transportasi bahan bakar.
- Transisi energi bersih: Pengembangan proyek energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi.
- Carbon capture and storage (CCS): Implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon pada fasilitas industri.
Berikut rangkuman pencapaian emisi per unit bisnis:
| Unit Bisnis | Pengurangan Emisi (ton CO₂e) |
|---|---|
| Pembangkit Listrik | 0,85 juta |
| Pengolahan & Distribusi | 0,70 juta |
| Proyek Energi Terbarukan | 0,45 juta |
| Inisiatif CCS | 0,27 juta |
Pengurangan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. Dengan menurunkan emisi secara konsisten, Pertamina berkontribusi signifikan terhadap target nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam agenda iklim global.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas kapasitas energi terbarukan hingga 30 % dari total bauran energi nasional pada 2030, serta meningkatkan investasi dalam teknologi CCS dan inovasi hijau lainnya.
Langkah-langkah ini tidak hanya mendukung agenda lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk penciptaan lapangan kerja di sektor energi bersih dan peningkatan daya saing industri nasional.




