Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Susilo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemadaman listrik yang masih melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa. Menurutnya, gangguan pasokan listrik ini memberi dampak signifikan bagi peternak ayam broiler berskala kecil hingga menengah, yang mengandalkan listrik untuk mengontrol suhu kandang, sistem ventilasi, serta peralatan penyiraman otomatis.
Tanpa listrik, suhu di dalam kandang dapat naik drastis, terutama pada musim panas, yang meningkatkan stres pada unggas dan berpotensi menurunkan tingkat konversi pakan. Selain itu, kegagalan sistem ventilasi menyebabkan akumulasi amonia dan kelembapan berlebih, mempercepat penyebaran penyakit.
Susilo memperkirakan kerugian yang dapat ditanggung peternak dalam satu periode pemadaman 48 jam dapat mencapai:
| Kerugian | Estimasi |
|---|---|
| Kematian unggas | 2-4% dari total populasi |
| Penurunan berat badan | 5-7% dibandingkan standar |
| Biaya listrik tertunda | Rp 1,5-2,5 juta per kandang |
Jika pemadaman berlanjut, total kerugian finansial dapat melampaui Rp 10 juta per peternakan kecil, yang dapat memaksa sebagian peternak untuk menutup usaha atau beralih ke produksi lain.
Untuk mengurangi dampak, Susilo menyarankan beberapa langkah mitigasi, antara lain:
- Menggunakan generator atau inverter cadangan dengan kapasitas yang cukup untuk menyalakan alat pendingin dan ventilasi kritis.
- Meningkatkan isolasi termal kandang, seperti pemasangan tirai termal atau penambahan bahan isolasi pada dinding.
- Menerapkan jadwal pemberian pakan dan air secara manual selama pemadaman, serta memastikan ketersediaan air bersih.
- Berkoordinasi dengan PLN untuk memperoleh informasi jadwal pemadaman dan mengajukan permohonan pemulihan listrik prioritas bagi sektor peternakan.
Pemerintah daerah Jawa Tengah juga diharapkan dapat memberikan bantuan subsidi atau kredit lunak bagi peternak yang terdampak, sehingga mereka tidak terpaksa menanggung beban biaya tambahan secara penuh.
Dengan langkah preventif dan dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan kerugian yang dialami peternak ayam broiler skala kecil-menengah dapat diminimalisir, sekaligus menjaga stabilitas produksi unggas nasional.




