Petisi Boikot Sarwendah: 16 Ribu Tanda Tangan di Tengah Konflik dengan Ruben Onsu
Petisi Boikot Sarwendah: 16 Ribu Tanda Tangan di Tengah Konflik dengan Ruben Onsu

Petisi Boikot Sarwendah: 16 Ribu Tanda Tangan di Tengah Konflik dengan Ruben Onsu

Frankenstein45.Com – 03 Juli 2026 | Perseteruan antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, semakin memanas. Di tengah ketegangan ini, muncul petisi daring yang menyerukan boikot terhadap Sarwendah, yang telah berhasil mengumpulkan lebih dari 16 ribu tanda tangan hanya dalam waktu singkat. Fenomena ini mencerminkan reaksi publik yang semakin intens terhadap kontroversi yang melibatkan kehidupan pribadi kedua selebritas tersebut.

Petisi yang berjudul ‘Cancel Sarwendah Dari Media Sosial‘ ini terbit sebagai imbas dari beberapa pernyataan yang dianggap tidak pantas oleh Sarwendah dalam siaran langsungnya. Dalam siaran tersebut, Sarwendah disebut-sebut telah mengeluarkan kata-kata kasar yang berkaitan dengan hubungan pribadinya dengan Ruben Onsu. Video potongan dari siaran langsung itu pun menyebar luas di media sosial, memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca juga:

Sejumlah netizen memberikan dukungan bagi boikot tersebut, sementara yang lain justru menyayangkan tindakan Sarwendah dan meminta agar pihak-pihak terkait mengevaluasi kembali kerja sama mereka. Dalam konteks ini, merek-merek yang berkolaborasi dengan Sarwendah juga terpaksa ikut terkena dampak kritik dari publik.

Tak lama setelah petisi ini muncul, jumlah tanda tangan terus meningkat, dengan lebih dari 4.000 dukungan yang masuk hanya dalam satu hari. Ini menunjukkan betapa cepatnya reaksi publik terhadap situasi yang sedang berlangsung. Sarwendah pun sebelumnya telah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi, berjanji untuk lebih bijaksana dalam bersikap di media sosial.

Di sisi lain, Ruben Onsu juga terlibat dalam permasalahan hukum terkait hak asuh anak. Ruben telah mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang memicu rasa kecewa dari pihak Sarwendah. Menurut kuasa hukum Sarwendah, tindakan Ruben dinilai kurang logis karena gugatan tersebut diajukan sebelum rencana mediasi antara kedua belah pihak terlaksana.

Gugatan ini mencakup beberapa poin penting, termasuk keinginan Ruben untuk mendapatkan kepastian hukum agar dapat bertemu dengan anak-anaknya secara rutin. Ruben beralasan bahwa dia merasa perlu memiliki dasar hukum terkait haknya sebagai ayah, terutama untuk memastikan hubungan yang baik dengan anak-anaknya.

Baca juga:

Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika antara Sarwendah dan Ruben Onsu. Masyarakat pun tampak terbagi dalam pandangan mereka terhadap kedua belah pihak. Beberapa mendukung Sarwendah, sedangkan yang lain lebih berpihak pada Ruben, menciptakan perdebatan yang terus berlanjut di media sosial.

Dengan banyaknya reaksi publik dan ketegangan yang terjadi, tampaknya perseteruan ini masih akan terus berlanjut. Petisi boikot yang muncul adalah salah satu contoh bagaimana masyarakat bereaksi terhadap kehidupan publik para selebritas, yang sering kali dipenuhi dengan drama dan kontroversi. Semakin banyak orang yang tertarik untuk terlibat dalam masalah ini, baik melalui dukungan atau kritik, semakin jelas bahwa kasus ini tidak hanya menjadi perhatian media, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.