Petugas PPSU Temukan Enam Karung Ikan Sapu‑Sapu di Sekitar Mal Bundaran HI, Penanganan Massal Dipercepat
Petugas PPSU Temukan Enam Karung Ikan Sapu‑Sapu di Sekitar Mal Bundaran HI, Penanganan Massal Dipercepat

Petugas PPSU Temukan Enam Karung Ikan Sapu‑Sapu di Sekitar Mal Bundaran HI, Penanganan Massal Dipercepat

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bertugas di sekitar Mal Bundaran HI pada Senin (23/04/2026) menemukan enam karung berisi ikan sapu‑sapu yang baru saja ditangkap dalam operasi pembersihan sungai Ciliwung. Penemuan ini menjadi bukti nyata peningkatan intensitas penangkapan massal yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal bulan ini.

Latar Belakang Ledakan Populasi Ikan Sapu‑sapu

Menurut Yusli Wardiatno, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, lonjakan populasi ikan sapu‑sapu di Ciliwung menandakan degradasi kualitas air yang parah. Ia menjelaskan bahwa spesies invasif tersebut kini menjadi ikan paling mudah ditemui di sepanjang aliran sungai, menggantikan keanekaragaman ikan air tawar lokal yang dulu melimpah.

Beberapa studi independen mengungkapkan tingginya konsentrasi logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri dalam air serta sedimen Ciliwung. Kondisi oksigen rendah, kekeruhan tinggi, dan pencemaran berkelanjutan menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi spesies endemik, namun justru menguntungkan bagi ikan sapu‑sapu yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi ekstrem.

Operasi Penangkapan Massal oleh Pemerintah

Dalam rangka menurunkan angka populasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan operasi pembersihan pada 17 April 2026 yang mencakup lima wilayah strategis. Hingga kini, tercatat sebanyak 68.800 ekor ikan sapu‑sapu dengan total berat mencapai 6,98 ton berhasil ditangkap. Semua ikan yang terperangkap dikubur hidup‑hidup untuk mencegah pemanfaatan kembali sebagai bahan pangan oleh warga.

Enam karung yang ditemukan di samping Mal Bundaran HI berisi sekitar 120 ekor ikan, masing‑masing diperkirakan memiliki berat rata‑rata 150 gram. Penangkapan ini dilakukan oleh tim PPSU yang dilengkapi dengan jaring khusus dan peralatan penangkap berstandar tinggi, menandai langkah konkret dalam implementasi rencana penanganan jangka panjang.

Risiko Kesehatan dan Lingkungan

Ikan sapu‑sapu yang hidup di perairan tercemar cenderung mengakumulasi logam berat dalam jaringan tubuhnya. Kadar logam tersebut dapat melampaui batas aman konsumsi manusia, sehingga penggunaan ikan ini untuk keperluan pangan sangat tidak dianjurkan. Bahkan bila diproses menjadi pakan ternak, pupuk, atau bahan industri, risiko kontaminasi tetap ada jika prosedur pengolahan tidak memadai.

Yusli menekankan pentingnya pengawasan ketat mulai dari titik penangkapan hingga produk akhir. Tanpa kontrol yang tepat, logam berat dapat kembali masuk ke rantai makanan atau terserap tanaman melalui pupuk organik, menimbulkan bahaya kesehatan jangka panjang.

Langkah-Langkah Penanggulangan yang Diterapkan

  • Pembentukan tim PPSU khusus yang beroperasi secara rutin di titik‑titik rawan penumpukan ikan sapu‑sapu.
  • Penangkapan massal dengan target volume minimal 5.000 ekor per minggu di masing‑masing zona strategis.
  • Pemusnahan ikan secara biologis (penguburan hidup‑hidup) untuk mencegah pemanfaatan kembali.
  • Peningkatan kualitas air melalui pengendalian limbah domestik, industri, dan limpasan perkotaan.
  • Edukasi publik tentang bahaya pelepasan ikan peliharaan ke alam bebas serta pentingnya tidak membuang sampah ke sungai.

Harapan ke Depan

Pengendalian populasi ikan sapu‑sapu tidak dapat diselesaikan hanya dengan penangkapan massal. Yusli menegaskan bahwa perbaikan kualitas air dan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama. Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen mengintegrasikan program pembersihan dengan upaya rehabilitasi ekosistem Ciliwung, termasuk penanaman vegetasi riparian dan peningkatan fasilitas pengolahan limbah.

Dengan dukungan aktif warga, sektor swasta, serta lembaga akademik, diharapkan dalam beberapa tahun mendatang Ciliwung dapat kembali mendukung keanekaragaman hayati yang lebih seimbang, sekaligus mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh ikan sapu‑sapu yang terkontaminasi.

Penemuan enam karung ikan sapu‑sapu di sekitar Mal Bundaran HI mempertegas urgensi tindakan cepat. Upaya kolaboratif antara petugas PPSU, ilmuwan, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk mengembalikan kondisi sungai yang lebih bersih, aman, dan lestari.