Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Tim Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PFI) terus melakukan pemantauan intensif atas kasus hilangnya kontak wartawan foto Republika, Thoudy Badai, yang dilaporkan diculik oleh pasukan Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di wilayah Laut Mediterania. Thoudy Badai diketahui berada dalam rangka mendokumentasikan bantuan kemanusiaan yang diusulkan untuk warga sipil di Jalur Gaza.
PFI Pusat menegaskan komitmen untuk melindungi hak-hak wartawan Indonesia di luar negeri. Dalam pernyataannya, PFI menuntut pihak berwenang Israel untuk segera memulangkan Thoudy Badai dan memberikan akses transparan atas proses penahanan. PFI juga meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk melakukan intervensi diplomatik guna memastikan keselamatan wartawan Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan.
Berikut langkah-langkah yang diambil PFI Pusat dalam menanggapi kasus ini:
- Melakukan koordinasi dengan kedutaan Indonesia di Tel Aviv untuk memperoleh informasi terkini.
- Menghubungi organisasi internasional perlindungan wartawan, seperti Reporters Without Borders dan Committee to Protect Journalists.
- Menggalang dukungan publik melalui media sosial dan jaringan wartawan nasional.
- Menyusun surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah Israel.
Reaksi masyarakat dan dunia internasional pun menguatkan tekanan terhadap Israel. Beberapa lembaga hak asasi manusia menilai penangkapan wartawan dalam konteks misi kemanusiaan sebagai pelanggaran kebebasan pers dan perlindungan sipil. Sementara itu, organisasi bantuan kemanusiaan menegaskan kembali pentingnya akses tanpa hambatan bagi bantuan yang sangat dibutuhkan di Gaza.
Kasus ini menambah daftar insiden serupa di mana wartawan menjadi korban dalam konflik bersenjata. PFI mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan terhadap jurnalis di zona konflik. PFI menyerukan agar semua pihak menghormati prinsip-prinsip jurnalistik bebas dan tidak menghalangi pelaporan independen.
Hingga saat ini, keluarga Thoudy Badai masih menanti kabar pasti. PFI Pusat berjanji akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan kasus dan tetap menuntut keadilan serta keselamatan bagi wartawan Indonesia yang berada di luar negeri.




