Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pabrik Gula Ngadirejo (PG Ngadirejo) yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengumumkan bahwa masa giling tebu untuk musim giling 2026 akan ditetapkan selama 200 hari. Keputusan ini diambil setelah evaluasi intensif terhadap kondisi cuaca, ketersediaan lahan, serta kebutuhan produksi gula nasional.
Penetapan masa giling yang lebih panjang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi petani tebu dalam menyesuaikan jadwal tanam dan panen, sehingga dapat memaksimalkan hasil produksi tanpa terburu‑buru. Dengan rentang waktu 200 hari, petani diharapkan dapat menyesuaikan rotasi tanaman dan mengoptimalkan pemupukan serta pengendalian hama.
Berikut beberapa dampak utama dari kebijakan ini:
- Pengurangan tekanan produksi: Petani tidak lagi harus menyerahkan tebu dalam jangka waktu yang sempit, mengurangi risiko penurunan kualitas akibat pemotongan terlalu dini.
- Peningkatan kualitas tebu: Waktu panen yang lebih fleksibel memungkinkan akumulasi gula lebih tinggi dalam batang tebu.
- Penyesuaian jadwal operasional pabrik: PG Ngadirejo dapat merencanakan proses penggilingan secara lebih terstruktur, mengurangi beban puncak produksi.
- Dampak ekonomi bagi petani: Dengan masa giling yang lebih lama, petani dapat menunggu harga pasar yang lebih menguntungkan sebelum menyerahkan hasil panen.
Pihak manajemen PG Ngadirejo juga menegaskan komitmen untuk memberikan dukungan teknis, seperti pelatihan agronomi dan penyuluhan tentang praktik tanam yang optimal, guna memastikan bahwa perpanjangan masa giling dapat menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Secara keseluruhan, kebijakan masa giling 200 hari diproyeksikan akan meningkatkan total produksi gula Jawa Timur pada tahun 2026, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani tebu di wilayah Kediri dan sekitarnya.




