Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pabrik Gula (PG) Ngadirejo yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengumumkan bahwa masa giling tebu untuk musim giling 2026 akan ditetapkan selama 200 hari. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi iklim, kapasitas produksi, dan kebutuhan pasar domestik.
Selama 200 hari tersebut, petani tebu di wilayah sekitar Kediri diharapkan dapat menyesuaikan jadwal tanam dan panen agar selaras dengan periode giling yang lebih panjang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan total produksi tebu yang masuk ke pabrik, sekaligus memberikan ruang bagi petani untuk mengoptimalkan hasil per hektar.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kebijakan baru ini:
- Durasi giling: 200 hari, mulai dari awal musim tanam hingga akhir panen.
- Tujuan: Memaksimalkan pasokan tebu, menstabilkan produksi gula, dan mengurangi fluktuasi harga gula di pasar.
- Manfaat bagi petani: Waktu giling yang lebih lama memberi kesempatan bagi petani untuk menyesuaikan pola tanam, mengurangi tekanan panen berdekatan, dan meningkatkan kualitas tebu.
Berikut perkiraan jadwal giling yang diusulkan:
| Bulan | Kegiatan |
|---|---|
| Januari – Maret | Penyemaian dan penanaman bibit tebu |
| April – Juni | Perawatan tanaman (pemupukan, pengendalian hama) |
| Juli – September | Pemantauan pertumbuhan dan persiapan panen |
| Oktober – Desember | Panen dan pengiriman ke PG Ngadirejo |
Pihak manajemen PG Ngadirejo menyatakan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pabrik serta memperkuat posisi industri gula Jawa Timur di pasar nasional. Sementara itu, asosiasi petani setempat menyambut baik keputusan tersebut, namun menekankan perlunya dukungan teknis dan akses permodalan agar petani dapat memanfaatkan jangka waktu giling yang lebih panjang secara optimal.
Ke depannya, PG Ngadirejo berencana melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi masa giling 200 hari, termasuk mengukur dampaknya terhadap produksi gula, kesejahteraan petani, dan kestabilan harga. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk penyesuaian kebijakan pada musim giling berikutnya.




