Pimpinan Baru BGN Tanpa Latar Belakang Pakar Gizi, Nanik S. Deyang Siapkan Bimbingan Profesor
Pimpinan Baru BGN Tanpa Latar Belakang Pakar Gizi, Nanik S. Deyang Siapkan Bimbingan Profesor

Pimpinan Baru BGN Tanpa Latar Belakang Pakar Gizi, Nanik S. Deyang Siapkan Bimbingan Profesor

Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, menjadi sorotan publik setelah diumumkan bahwa ia tidak memiliki latar belakang sebagai pakar atau ahli gizi. Penunjukan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan teknis lembaga dalam menangani isu-isu gizi nasional yang semakin kompleks.

Dalam sebuah konferensi pers, Nanik menanggapi kekhawatiran tersebut dengan menjelaskan bahwa ia akan dibimbing secara intensif oleh seorang profesor yang memiliki reputasi tinggi di bidang gizi. “Saya memang bukan pakar gizi, namun saya memiliki pengalaman manajerial yang kuat. Selama masa transisi, saya akan bekerja sama dengan profesor terkemuka untuk memastikan kebijakan dan program BGN tetap berbasis ilmiah,” ujarnya.

Beberapa poin penting yang disampaikan Nanik antara lain:

  • Penunjukan ini bersifat sementara hingga proses rekrutmen pakar gizi selesai.
  • Professor yang akan menjadi mentor telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman penelitian dan kebijakan gizi.
  • BGN akan tetap melanjutkan program prioritas, seperti penurunan stunting dan peningkatan gizi seimbang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Pengawasan internal dan audit eksternal akan diperketat untuk menjamin transparansi.

Pengamat kebijakan kesehatan menilai langkah Nanik untuk mencari bimbingan akademis merupakan upaya yang positif, namun tetap menekankan pentingnya penempatan ahli gizi pada posisi strategis. “Kepemimpinan administratif memang penting, namun dalam bidang gizi, keahlian teknis tidak dapat diabaikan. Harapannya, proses rekrutmen pakar dapat diselesaikan secepatnya,” kata Dr. Arif Hidayat, dosen Fakultas Kedokteran Gizi Universitas Indonesia.

Sementara itu, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat kapasitas BGN melalui pelatihan, kolaborasi dengan lembaga riset, dan peningkatan anggaran. Diharapkan, kombinasi antara kepemimpinan manajerial Nanik dan bimbingan akademis profesor akan menghasilkan kebijakan yang efektif dan responsif terhadap tantangan gizi di Indonesia.