PLN Kekurangan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir, DPR Kritik Kebijakan Menteri Bahlil
PLN Kekurangan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir, DPR Kritik Kebijakan Menteri Bahlil

PLN Kekurangan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir, DPR Kritik Kebijakan Menteri Bahlil

Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Pasokan batu bara yang menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) mengalami penurunan signifikan pada kuartal pertama tahun ini. Penurunan tersebut berujung pada terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah, terutama di daerah‑daerah industri dan permukiman yang bergantung pada pasokan listrik konstan.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada rapat komisi energi menyampaikan keprihatinannya terhadap kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang baru‑baru ini menyatakan bahwa pasokan listrik nasional masih dalam kondisi aman. Anggota DPR menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan, mengingat banyak konsumen yang harus berurusan dengan pemadaman bergilir.

Berikut beberapa faktor yang memicu terjadinya kekurangan batu bara:

  • Penurunan produksi batu bara domestik akibat penurunan investasi pada tambang.
  • Keterlambatan kedatangan kapal batu bara impor karena kendala logistik dan regulasi.
  • Kenaikan permintaan listrik akibat peningkatan aktivitas ekonomi pasca‑pandemi.

Data resmi menunjukkan perbandingan antara kebutuhan batu bara PLN dengan pasokan yang tersedia pada bulan Mei 2024:

Bulan Kebutuhan (Juta Ton) Pasokan (Juta Ton) Selisih (Juta Ton)
April 7,5 6,9 -0,6
Mei 7,8 7,0 -0,8

Selisih negatif menandakan adanya defisit yang harus ditutup dengan strategi darurat, termasuk pembangkit berbasis gas atau impor listrik sementara.

DPR menuntut agar kementerian melakukan langkah-langkah konkret, antara lain mempercepat proses perizinan tambang, meningkatkan cadangan strategis, serta memperluas kerja sama dengan pemasok batu bara internasional. Anggota DPR juga meminta transparansi lebih lanjut mengenai mekanisme penetapan tarif listrik yang dapat terpengaruh oleh biaya bahan bakar yang naik.

Menanggapi pertanyaan DPR, Menteri Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengaktifkan cadangan batu bara strategis serta melakukan diversifikasi sumber energi terbarukan. Namun, ia menegaskan bahwa hingga akhir tahun 2024, pasokan listrik diperkirakan tetap stabil asalkan upaya mitigasi dijalankan secara terkoordinasi.

Jika defisit batu bara tidak segera diatasi, pemadaman bergilir dapat berlanjut, mengganggu produktivitas industri serta menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja PLN dan kebijakan energi nasional.