Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Perusahaan milik negara PLN Indonesia Power mengumumkan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 495 megawatt di Bangladesh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio energi terbarukan dan mendukung transisi energi global.
Proyek tersebut direncanakan akan dibangun dalam beberapa fase, dengan target penyelesaian awal pada tahun 2028. PLTS berkapasitas besar ini diperkirakan dapat memasok listrik bersih bagi lebih dari 600.000 rumah tangga di Bangladesh, sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar sekitar 1,2 juta ton per tahun.
Berikut beberapa poin utama terkait proyek ini:
- Skala investasi: Diperkirakan memerlukan dana sekitar US$ 600 juta, dengan pendanaan sebagian berasal dari dana internal PLN dan sebagian lagi dari lembaga keuangan internasional.
- Teknologi: Menggunakan panel surya berefisiensi tinggi serta sistem penyimpanan energi (battery storage) untuk menjamin stabilitas pasokan.
- Kerjasama lokal: PLN akan bekerja sama dengan perusahaan Bangladesh dalam hal konstruksi, operasi, dan pemeliharaan, sekaligus melibatkan tenaga kerja lokal.
- Manfaat ekonomi: Proyek diharapkan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja selama fase pembangunan dan mendukung pengembangan industri energi terbarukan di kedua negara.
Keputusan ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, serta menanggapi permintaan pasar internasional yang semakin mengutamakan sumber energi bersih.
Dengan mengincar pasar Bangladesh, PLN Indonesia Power berharap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam sektor energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara dan meluas ke pasar global.




