Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Polres Kota Besar Surabaya mengungkap jaringan penyuapan ujian yang menyediakan layanan joki untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT). Dalam operasi yang dilakukan pada minggu ini, polisi menahan 14 orang tersangka, termasuk tiga dokter yang diduga memberi legitimasi pada jaringan tersebut.
Jaringan ini menawarkan jasa bagi siswa yang ingin menyerahkan soal ujian kepada “joki” berbayar, dengan tarif yang bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan mata pelajaran. Para joki menggunakan perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel untuk mengakses soal secara real time, kemudian mengirimkan jawaban kepada klien mereka.
Berikut ini beberapa langkah yang diambil aparat selama penyelidikan:
- Penggerekan data digital dari 12 laptop, 5 smartphone, serta rekening bank yang mencatat transaksi pembayaran jasa joki.
- Penggeledahan di rumah dan kantor para tersangka, menemukan bukti berupa catatan jadwal ujian, materi soal, dan dokumen identitas dokter.
- Penahanan 14 tersangka, termasuk tiga dokter (dr. A, dr. B, dr. C) yang diduga memanfaatkan status medis mereka untuk mempermudah akses ke jaringan.
Para tersangka diperkirakan akan dikenai pasal tentang bantuan dalam kecurangan akademik, penipuan, serta pelanggaran kode etik kedokteran. Penyidikan lebih lanjut akan menelusuri jaringan penyedia layanan joki yang melibatkan pihak lain di luar Surabaya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan keprihatinan atas kasus ini, menegaskan bahwa tindakan semacam itu merusak integritas sistem pendidikan nasional dan melanggar prinsip profesionalisme dokter.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik joki ujian dan melaporkan indikasi kecurangan kepada otoritas terkait.







