Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia‑Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, menegaskan bahwa generasi muda Indonesia perlu menginternalisasi etos kerja Tiongkok guna meningkatkan daya saing di pasar global. Menurutnya, selain menjadi konsumen produk luar negeri, Indonesia harus berperan aktif sebagai produsen yang kompetitif.
Budaya kerja Tiongkok yang dijadikan contoh meliputi beberapa unsur utama:
- Disiplin tinggi: ketepatan waktu, kepatuhan pada standar operasional, dan komitmen terhadap target.
- Kerja tim yang intensif: kolaborasi antar departemen serta semangat gotong‑royong dalam mencapai tujuan bersama.
- Jam kerja fleksibel dan produktif: pola kerja yang mengutamakan hasil, bukan sekadar jumlah jam hadir.
- Pembelajaran berkelanjutan: investasi pada pelatihan, sertifikasi, dan adaptasi teknologi terbaru.
Al Busyra menambahkan bahwa adopsi nilai‑nilai tersebut tidak berarti meniru secara mentah, melainkan mengadaptasi ke dalam konteks budaya Indonesia. Ia mengajak institusi pendidikan, perusahaan, dan organisasi pemuda untuk menyelenggarakan workshop, seminar, serta program magang yang menonjolkan prinsip‑prinsip di atas.
PPIT juga berencana memperkuat jaringan kerja sama dengan lembaga‑lembaga Tiongkok, termasuk universitas dan pusat riset, guna menyediakan akses kepada metode kerja yang terbukti meningkatkan produktivitas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan muncul inovasi yang dapat bersaing di pasar internasional.
Langkah konkret yang diusulkan antara lain:
- Mengintegrasikan modul tentang etos kerja Tiongkok ke dalam kurikulum pendidikan menengah dan tinggi.
- Mengadakan program pertukaran pelajar dan profesional antara Indonesia dan Tiongkok.
- Mendorong perusahaan lokal untuk mengadopsi standar operasional Tiongkok dalam proses produksi.
- Memberikan penghargaan bagi startup atau usaha yang berhasil mengimplementasikan prinsip kerja tersebut.
Dengan menggabungkan kedisiplinan, semangat kolaboratif, dan orientasi pada hasil, generasi muda Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nasional dan menembus pasar global secara lebih efektif.




