Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai perjalanan resmi ke Provinsi Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026, dalam rangka kunjungan kerja yang sekaligus menjadi puncak pertemuan ke-17 PENAS (Petani dan Nelayan). Kunjungan ini bertujuan meninjau program pemerintah di bidang pertanian dan perikanan, serta mendengarkan aspirasi para petani dan nelayan setempat.

Setibanya di Gorontalo, Prabowo dijadwalkan mengunjungi beberapa lokasi strategis, antara lain:

  • Desa Tondano, tempat pelatihan budidaya padi organik.
  • Pelabuhan Gorontalo, untuk mengevaluasi fasilitas penanganan hasil laut.
  • Balai Penyuluhan Pertanian, tempat pertemuan dengan kelompok tani lokal.

Acara puncak PENAS XVII akan diadakan di Gedung Pemerintahan Provinsi Gorontalo, mempertemukan perwakilan petani, nelayan, dan pejabat daerah. Agenda utama meliputi:

  1. Pemaparan capaian program pertanian nasional selama tiga tahun terakhir.
  2. Diskusi kebijakan subsidi benih dan pupuk ramah lingkungan.
  3. Strategi peningkatan nilai tambah produk perikanan melalui teknologi pengolahan.
  4. Penetapan komitmen bersama antara pemerintah pusat, provinsi, dan komunitas petani‑nelayan.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ketahanan pangan dan ketahanan laut yang berkelanjutan. Ia menyampaikan harapan agar program-program inovatif dapat diadaptasi secara lokal, meningkatkan produktivitas, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan nelayan Gorontalo.

Para petani dan nelayan yang hadir menyambut baik kunjungan tersebut, mengharapkan dukungan konkret dalam bentuk pembiayaan, pelatihan teknis, dan peningkatan infrastruktur. Mereka juga menyoroti tantangan utama, seperti perubahan iklim, akses air irigasi yang terbatas, serta kebutuhan akan teknologi modern.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Pemerintah Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan, sekaligus menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh nusantara.