Prabowo Diingatkan Pelemahan Rupiah Bukan Bercanda, Ekonom Sebut Harga LPG hingga Bahan Pokok Bisa Naik
Prabowo Diingatkan Pelemahan Rupiah Bukan Bercanda, Ekonom Sebut Harga LPG hingga Bahan Pokok Bisa Naik

Prabowo Diingatkan Pelemahan Rupiah Bukan Bercanda, Ekonom Sebut Harga LPG hingga Bahan Pokok Bisa Naik

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Direktur Eksekutif Celios, Bhima, menegaskan bahwa penurunan nilai tukar rupiah tidak dapat dianggap sepele, terutama menjelang pemilihan umum. Menurutnya, depresiasi mata uang dapat menular ke tingkat paling bawah, termasuk warga di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada subsidi dan harga stabil.

Bhima mengingatkan bahwa melemahnya rupiah akan meningkatkan biaya impor barang‑barang penting seperti LPG, pupuk, dan bahan pokok lainnya. Karena Indonesia masih mengimpor sebagian besar LPG dan bahan kimia untuk pupuk, kenaikan nilai tukar otomatis menambah beban harga jual di pasar domestik.

  • LPG: Kenaikan nilai tukar 1% dapat menambah harga LPG sekitar 300-400 rupiah per kilogram.
  • Pupuk: Harga pupuk urea diproyeksikan naik 5-7% bila rupiah melemah lebih dari 5%.
  • Bahan pokok: Beras, minyak goreng, dan gula dapat merasakan tekanan inflasi tambahan sekitar 2-3%.

Akibatnya, daya beli masyarakat, terutama di desa, akan tergerus. Bhima menambahkan bahwa pemerintah perlu menyiapkan kebijakan penyangga, seperti subsidi sementara atau penyesuaian tarif listrik, untuk mengurangi dampak sosial.

Dalam konteks politik, pernyataan ini juga menjadi peringatan bagi calon presiden Prabowo Subianto yang tengah menyiapkan program ekonomi. Jika tidak ditangani, pelemahan rupiah dapat menurunkan popularitas kebijakan‑kebijakan yang dijanjikan, sekaligus memberi ruang bagi lawan politik untuk mengkritik ketidakmampuannya mengendalikan inflasi.

Para ekonom menilai bahwa stabilisasi nilai tukar memerlukan kombinasi kebijakan moneter yang ketat, peningkatan cadangan devisa, serta upaya diversifikasi sumber energi dan bahan baku dalam negeri. Tanpa langkah-langkah tersebut, risiko kenaikan harga barang esensial akan terus menghantui rumah tangga Indonesia.