Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai upaya utama mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel dan sumber energi fosil lainnya.
Target percepatan ini mencakup beberapa langkah strategis, antara lain:
- Penambahan kapasitas terpasang PLTS sebesar 5.000 megawatt dalam lima tahun ke depan.
- Peningkatan investasi swasta melalui skema kemitraan pemerintah‑swasta (PPP).
- Penyederhanaan prosedur perizinan bagi proyek energi terbarukan.
- Pemberian insentif fiskal bagi produsen dan konsumen energi surya.
Berikut gambaran rencana tahapan pelaksanaan:
| Tahun | Target Kapasitas PLTS (MW) | Kegiatan Utama |
|---|---|---|
| 2024 | 800 | Peluncuran tender nasional dan pembentukan zona energi surya. |
| 2025 | 1.800 | Pembangunan fasilitas pilot di wilayah terpencil. |
| 2026 | 3.000 | Ekspansi jaringan distribusi ke daerah industri. |
| 2027‑2028 | 5.000 | Integrasi penuh dengan sistem penyimpanan energi. |
Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan teknis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dalam instalasi dan pemeliharaan sistem PLTS. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Dengan langkah-langkah tersebut, Prabowo berharap Indonesia dapat mengurangi beban biaya bahan bakar impor, menurunkan emisi karbon, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan.




