Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program 3 juta rumah layak huni. Dalam sebuah pernyataan, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan dunia akademik untuk mengatasi kendala perumahan yang masih meluas.
Prabowo meminta perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk melakukan riset dan kajian intensif terkait permasalahan perumahan. Fokus riset diharapkan mencakup:
- Analisis kebutuhan rumah berdasarkan demografi dan tingkat pendapatan.
- Studi kelayakan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan.
- Pengembangan model pembiayaan inovatif bagi calon pemilik rumah.
- Evaluasi efektivitas regulasi zonasi dan izin bangunan.
- Strategi peningkatan kualitas infrastruktur pendukung, seperti air bersih dan listrik.
Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran, mempercepat proses perizinan, serta menurunkan biaya pembangunan. Dengan dukungan akademisi, pemerintah berharap dapat menurunkan waktu pembangunan per unit rumah dari rata‑rata tiga tahun menjadi satu hingga dua tahun.
Program 3 juta rumah menargetkan penyediaan hunian bagi keluarga berpendapatan rendah dan menengah hingga akhir periode jabatan. Pemerintah juga berencana melibatkan kontraktor lokal serta memperluas skema subsidi KPR untuk meningkatkan aksesibilitas.
Langkah selanjutnya, Kementerian Perumahan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan mengkoordinasikan rapat kerja dengan rektor‑rekor universitas terpilih. Hasilnya akan dipublikasikan dalam laporan tahunan yang akan menjadi acuan penyesuaian program ke depan.




