Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung mengawasi proses panen udang di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menandai pencapaian produktivitas yang luar biasa, dengan nilai hasil panen mencapai sekitar Rp2,8 miliar per hektare.
Produktivitas tinggi ini didukung oleh penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih udang berkualitas, serta pengelolaan lingkungan yang terintegrasi. Berbagai pihak, termasuk petani lokal, pemerintah daerah, dan lembaga riset, berkolaborasi untuk mengoptimalkan output tambak.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Lokasi | Kebumen, Jawa Tengah |
| Luas Tambak | 1 hektare (contoh) |
| Hasil Panen Udang | Rp2,8 miliar per hektare |
| Produk Udang | Udang Vaname, Udang Windu |
Dengan nilai produksi sebesar itu, diperkirakan kontribusi sektor budidaya udang dapat meningkatkan pendapatan daerah hingga puluhan persen serta menambah devisa negara. Dampak ekonomi yang diharapkan meliputi peningkatan lapangan kerja, pengembangan industri pendukung (pakan, logistik, pemasaran), serta penguatan ketahanan pangan.
- Penyerapan tenaga kerja lokal meningkat sekitar 15%.
- Rantai pasok pakan udang mengalami pertumbuhan 20% dalam setahun.
- Ekspor udang potensial naik signifikan, mengurangi ketergantungan impor.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya replikasi model BUBK ini ke wilayah lain di Indonesia, khususnya di daerah pesisir yang memiliki potensi serupa. Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi katalisator bagi percepatan industrialisasi pertanian laut dan mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional.
Langkah selanjutnya mencakup penyediaan fasilitas pembiayaan bagi petani, pelatihan teknis, serta peningkatan infrastruktur pendukung seperti jalur transportasi dan pusat pengolahan hasil laut.




