Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | PSM Makassar kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami kekalahan tipis dari Bali United pada pekan ke-33 Liga 1 Indonesia. Kegagalan tersebut tidak hanya menurunkan moral tim, tetapi juga memicu pernyataan keras dari pelatih interim, Ahmad Amiruddin, yang menyatakan bahwa semua rencana strategis timnya “buyar” menjelang pertandingan penutup musim melawan Madura United.
Keadaan Tim Setelah Kekalahan dari Bali United
Pertandingan melawan Bali United yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Denpasar, berakhir dengan skor 1-2 untuk tuan rumah. Gol tunggal PSM dicetak oleh striker muda, Lukman Fajar, namun dua gol balasan dari Bali United berhasil menggagalkan harapan PSM untuk meraih tiga poin. Kekalahan itu menurunkan posisi PSM dari peringkat 13 ke peringkat 14 dengan total 34 poin, sementara Bali United menguatkan posisinya di puncak klasemen.
Setelah pertandingan, Ahmad Amiruddin mengadakan konferensi pers singkat. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim, terutama dalam hal koordinasi lini tengah dan eksekusi serangan balik. “Kami masuk ke lapangan dengan strategi yang telah kami susun, namun pada akhirnya semuanya berantakan. Semua yang kami rencanakan buyar,” ujar Amiruddin dengan nada tegas.
Rencana Strategi yang Gagal
Menurut Amiruddin, sebelum pertemuan dengan Bali United, timnya telah menyiapkan beberapa skema taktik, antara lain:
- Pergeseran formasi menjadi 4-2-3-1 untuk menambah tekanan di lini serang.
- Penggunaan pemain sayap cepat, seperti Andri Setiawan, untuk memanfaatkan ruang di sisi lapangan.
- Peningkatan pressing tinggi selama 15 menit pertama setiap babak.
Namun, implementasi taktik tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Kesalahan individu, kurangnya disiplin pertahanan, dan keputusan wasit yang kontroversial menjadi faktor utama kegagalan. Amir Amiruddin menambahkan, “Kami memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, namun di lapangan semuanya berubah menjadi chaos. Kami harus belajar dari kesalahan ini dan bangkit kembali.
Persiapan Menghadapi Madura United
Menjelang pekan terakhir Liga 1, PSM Makassar akan berkunjung ke Stadion Gelora Bangkalan untuk menghadapi Madura United pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pertandingan ini menjadi sangat krusial karena PSM berada selisih hanya satu poin dengan Madura United. Jika PSM berhasil meraih kemenangan, mereka dapat memastikan posisi di atas zona degradasi dan mengakhiri musim dengan catatan positif.
Amiruddin menyatakan tekad timnya untuk kembali fokus. “Kami ingin menutup musim dengan manis. Laga melawan Madura United adalah peluang bagi kami untuk memperbaiki citra dan mengembalikan kepercayaan para pendukung,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemain kunci, Luka Cumic, siap memberikan kontribusi maksimal di lini depan.
Statistik Kedudukan Klasemen
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| PSM Makassar | 34 | 14 |
| Madura United | 32 | 15 |
| Persib Bandung | 31 | 16 |
Dengan 34 poin, PSM berada satu poin di atas Madura United yang menempati posisi 15. Namun, selisih poin kecil ini membuat setiap kesempatan tiga poin menjadi sangat penting.
Harapan Para Pendukung
Suporter PSM, Laskar Sapeh Kerrab, menantikan aksi tim kesayangan mereka dengan penuh harap. Di media sosial, banyak yang mengungkapkan keprihatinan sekaligus optimisme. “Kami tetap percaya pada tim, terutama setelah melihat kerja keras Amiruddin. Semoga PSM kembali bangkit,” tulis seorang fan di forum resmi klub.
Selain itu, tekanan dari media lokal juga semakin meningkat. Mereka menuntut konsistensi performa dan mengingatkan bahwa musim ini hampir berakhir. Bagi PSM, tidak hanya tiga poin yang dipertaruhkan, tetapi juga reputasi sebagai klub bersejarah yang tidak boleh terjatuh ke zona degradasi.
Analisis Taktik yang Diharapkan
Jika Amiruddin ingin menghindari kegagalan serupa, ia diperkirakan akan melakukan penyesuaian taktik berikut:
- Menurunkan garis pertahanan menjadi 5-4-1 untuk menambah keamanan di area penalti.
- Mengandalkan serangan balik cepat melalui pemain sayap yang memiliki kecepatan tinggi.
- Memanfaatkan set-piece, terutama tendangan sudut, sebagai sumber gol potensial.
Strategi ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara pertahanan solid dan peluang menyerang yang efektif, terutama melawan tim yang suka menguasai penguasaan bola seperti Madura United.
Dengan semua faktor yang ada, pertandingan melawan Madura United diprediksi akan menjadi ujian sejati bagi Ahmad Amiruddin dan skuadnya. Kemenangan akan mengukuhkan kembali posisi PSM di atas zona degradasi, sementara kekalahan dapat menjerumuskan mereka ke dalam pergulatan akhir musim yang lebih berat.
Seiring waktu mendekat, semua mata tertuju pada Gelora Bangkalan. Apakah PSM Makassar mampu mengubah nasib dan menutup musim dengan manis, atau justru akan terperosok lebih dalam, menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban pada akhir pekan ini.




