Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, secara resmi meresmikan sepuluh gudang ketahanan pangan (GKPs), sejumlah Stasiun Penyimpanan Pangan (SPPG), serta lahan panen raya jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Semua fasilitas tersebut merupakan inisiatif Polri yang ditujukan untuk meningkatkan ketahanan pangan regional dan mendukung petani lokal.
Acara yang berlangsung di kompleks pertanian Tuban ini menandai selesainya serangkaian proyek pembangunan infrastruktur pangan yang dimulai pada awal tahun 2023. Setiap gudang memiliki kapasitas penyimpanan antara 1.000 hingga 2.500 ton, dilengkapi dengan sistem pendinginan serta pengendalian hama modern, sehingga dapat menyimpan beras, jagung, dan komoditas lainnya dalam kondisi optimal.
Berikut rangkuman fasilitas yang diresmikan:
- 10 Gudang Ketahanan Pangan dengan total kapasitas lebih dari 18.000 ton.
- 5 Stasiun Penyimpanan Pangan (SPPG) yang terintegrasi dengan sistem distribusi ke pasar tradisional dan modern.
- Lahan seluas 250 hektar yang dipersembahkan untuk panen raya jagung, diperkirakan menghasilkan sekitar 800 ton jagung setiap musim.
Prabowo menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya strategis untuk menjamin ketersediaan pangan nasional, terutama di wilayah-wilayah rawan kekurangan pangan. Ia juga mengapresiasi peran Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat melalui program-program pembangunan.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa Polri akan terus mengoptimalkan pengelolaan gudang dan SPPG ini melalui pelatihan petugas serta kolaborasi dengan lembaga pertanian daerah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memperkuat jaringan ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya gudang dan SPPG baru, diharapkan distribusi bahan pangan ke daerah-daerah terpencil dapat lebih cepat dan efisien, mengurangi potensi terjadinya kelangkaan serta mendukung stabilitas harga di pasar domestik.




