Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar AS
Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar AS

Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar AS

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah kembali mencatat titik terendah, mencapai Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada 15 Mei 2026. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan pemerhati ekonomi.

Dalam sebuah kunjungan ke daerah pedesaan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menegaskan bahwa mayoritas warga desa masih bertransaksi menggunakan mata uang lokal, bukan dolar. “Rakyat di desa enggak pakai dolar AS, mereka tetap pakai rupiah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tanggal Kurs (Rp/USD)
1 Mei 2026 Rp16.950
8 Mei 2026 Rp17.300
15 Mei 2026 Rp17.600

Prabowo menambahkan bahwa walaupun nilai tukar melemah, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Ia menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang tepat untuk menahan laju inflasi.

Pengamat ekonomi memperingatkan bahwa penurunan nilai rupiah dapat meningkatkan biaya impor, khususnya bahan baku industri dan kebutuhan energi, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada konsumen. Namun, sebagian analis berpendapat bahwa langkah kebijakan suku bunga dan intervensi pasar oleh Bank Indonesia dapat meredam dampak negatif dalam jangka menengah.

Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo menyoroti perbedaan perilaku keuangan antara kawasan urban dan pedesaan, sekaligus menegaskan kepercayaan pada mata uang nasional di tingkat akar rumput.