Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pangan, melainkan juga memperluas sirkulasi uang di daerah pedesaan.
Dalam acara peluncuran program, Prabowo menyampaikan bahwa total uang yang beredar di desa-desa kini telah mencapai sekitar Rp10,8 triliun. Angka ini mencerminkan efek multiplikasi dari belanja publik yang diarahkan pada penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi warga miskin dan kurang mampu.
Beberapa poin penting yang diuraikan Presiden antara lain:
- Peningkatan Pendapatan Petani: Dengan adanya MBG, petani lokal mendapat pasar yang lebih stabil untuk produk pertanian mereka, sehingga pendapatan mereka mengalami kenaikan.
- Pengurangan Beban Rumah Tangga: Keluarga penerima manfaat tidak lagi harus mengeluarkan biaya untuk makanan pokok, memungkinkan mereka mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.
- Perputaran Uang yang Lebih Besar: Dana yang sebelumnya terpakai untuk pembelian makanan di pasar kini mengalir kembali ke sektor produksi lokal, memperkuat rantai nilai ekonomi desa.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau efektivitas MBG melalui indikator pertumbuhan ekonomi desa, tingkat kemiskinan, dan kualitas gizi masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga swadaya masyarakat dalam pelaksanaan program.
Dengan target jangka panjang meningkatkan kesejahteraan petani dan menurunkan angka kemiskinan, MBG diharapkan menjadi model kebijakan yang dapat direplikasi di wilayah lain.




