Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keinginannya untuk menambah frekuensi konser musik K‑Pop di tanah air. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang menyampaikan rencana pemerintah kepada para penggemar K‑Pop.
Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis untuk memanfaatkan popularitas budaya pop Korea yang terus melaju, sekaligus mendukung industri hiburan domestik. Menurut Sugiono, peningkatan acara K‑Pop dapat memberi dampak positif pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan hubungan budaya antarnegara.
- Pariwisata: Konser berskala internasional biasanya menarik ribuan penonton asing yang akan menginap, berbelanja, dan mengeksplorasi destinasi lokal.
- Ekonomi kreatif: Produsen tiket, penyedia logistik, serta perusahaan merchandising dapat memperoleh peluang kerja baru.
- Hubungan budaya: Pertukaran seni dan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan dapat mempererat diplomasi publik.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah berencana menjalin kerjasama dengan agen hiburan Korea, memperlancar perizinan, dan menyediakan insentif bagi penyelenggara acara. Selain itu, kementerian akan mengidentifikasi kota‑kota dengan potensi pasar yang kuat, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
| Kota | Target konser per tahun |
|---|---|
| Jakarta | 4 |
| Bandung | 2 |
| Surabaya | 2 |
| Bali | 1 |
Para penggemar K‑Pop menyambut baik inisiatif ini, mengingat tingginya antusiasme terhadap grup‑grup seperti BTS, Blackpink, dan Stray Kids. Mereka berharap acara‑acara tersebut dapat menampilkan artis‑artis terbaru serta memberikan kesempatan bertemu langsung dengan idola.
Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan konser tidak hanya akan menjadi hiburan semata, melainkan juga sarana memperkuat ekonomi kreatif dan menumbuhkan rasa kebanggaan nasional melalui budaya pop yang bersifat global.




