Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keyakinannya bahwa pemanfaatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai saluran utama ekspor sumber daya alam (SDA) dapat meningkatkan penerimaan negara hingga setara dengan yang diperoleh oleh Meksiko dan Filipina.
Dalam upaya merealisasikan visi tersebut, pemerintah berencana melakukan langkah-langkah strategis berikut:
- Mengintegrasikan data cadangan dan produksi SDA ke dalam sistem informasi terpadu BUMN.
- Mengoptimalkan kontrak jangka panjang dengan pembeli internasional melalui perusahaan milik negara.
- Meningkatkan kapasitas pengolahan dalam negeri sehingga nilai tambah dapat lebih besar sebelum diekspor.
- Menetapkan regulasi yang memprioritaskan penjualan melalui BUMN, sekaligus memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang berkolaborasi.
Untuk memberi gambaran, berikut perkiraan penerimaan negara dari ekspor SDA jika dikelola melalui BUMN dibandingkan dengan pendapatan serupa yang diperoleh Meksiko dan Filipina (data perkiraan 2023):
| Negara | Penerimaan SDA (USD Miliar) |
|---|---|
| Indonesia (target) | 120 |
| Meksiko | 115 |
| Filipina | 118 |
Jika target tersebut tercapai, pemerintah diproyeksikan dapat menambah anggaran negara sebesar Rp1.700 triliun, yang selanjutnya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Prabowo juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dalam proses ekspor. Ia meminta BUMN untuk mengadopsi standar internasional dalam penambangan dan pengolahan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan fokus pada efisiensi, transparansi, dan nilai tambah, pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pasar global sumber daya alam.




