Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengumumkan peluncuran gerakan pemilahan sampah di rumah-rumah warga yang akan dimulai pada hari Senin mendatang. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan tingkat daur ulang dan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Gerakan tersebut menargetkan seluruh kelurahan di Jakarta dengan melibatkan rumah tangga, komunitas, serta lembaga pendidikan. Pemerintah menyediakan pedoman pemilahan sampah yang mencakup tiga kategori utama: organik, anorganik, dan bahan berbahaya.
- Sampah organik meliputi sisa makanan, kulit buah, dan bahan nabati yang dapat terurai secara alami.
- Sampah anorganik mencakup plastik, kertas, kaca, dan logam yang dapat didaur ulang.
- Sampah berbahaya meliputi baterai, lampu neon, dan bahan kimia rumah tangga yang memerlukan penanganan khusus.
Untuk memudahkan warga, setiap rumah akan menerima kit pemilahan yang berisi tiga kantong berwarna berbeda serta brosur panduan. Selain itu, petugas kebersihan akan melakukan kunjungan rutin setiap tiga hari untuk mengumpulkan sampah yang telah dipilah.
Pramono menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dengan mengatakan, “Jika setiap rumah dapat memisahkan sampah sesuai kategori, beban TPA akan berkurang drastis dan sumber daya dapat dimanfaatkan kembali.”
Target jangka pendek pemerintah adalah mencapai tingkat pemilahan sebesar 70 persen pada akhir kuartal pertama 2025. Pada jangka panjang, diharapkan Jakarta dapat menurunkan volume sampah masuk TPA hingga 30 persen dibandingkan data tahun 2022.
Pemerintah juga membuka kanal pengaduan daring bagi warga yang mengalami kendala dalam pelaksanaan gerakan ini, serta mengadakan pelatihan daring tentang teknik kompos dan daur ulang bagi masyarakat umum.




