Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat
Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat

Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rosan Roeslani, mengadakan pertemuan intensif untuk membahas strategi optimalisasi pengelolaan aset negara serta percepatan transformasi BUMN demi pertumbuhan ekonomi nasional dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya memanfaatkan aset publik secara lebih efisien, meningkatkan transparansi, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pengelolaan. Kedua pemimpin menegaskan bahwa aset negara, termasuk lahan, properti, dan infrastruktur, harus dimanfaatkan sebagai pendorong pembangunan, bukan sekadar sumber pendapatan administratif.

  • Optimalisasi aset negara: Mengidentifikasi aset yang belum produktif, melakukan penilaian kembali nilai pasar, serta menyusun mekanisme penyewaan atau kemitraan publik‑swasta yang menguntungkan.
  • Transformasi BUMN: Mempercepat restrukturisasi, meningkatkan tata kelola, dan menumbuhkan budaya inovasi untuk menjadikan BUMN lebih kompetitif di tingkat global.
  • Manfaat bagi masyarakat: Memastikan bahwa hasil optimalisasi aset dan kinerja BUMN dapat dirasakan dalam bentuk layanan publik yang lebih baik, harga yang wajar, dan penciptaan lapangan kerja.
  • Sinergi lintas sektor: Menggandeng sektor swasta, lembaga keuangan, dan komunitas lokal dalam rangka mengoptimalkan penggunaan aset serta memperluas dampak ekonomi.

Rosan Roeslani menambahkan bahwa pemerintah berencana meluncurkan platform digital terintegrasi untuk memantau seluruh aset negara secara real‑time, sehingga meminimalisir risiko kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengubah paradigma pengelolaan aset, menjadikannya motor penggerak pertumbuhan inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah‑daerah yang selama ini belum optimal dalam pemanfaatan sumber daya.