Wakil Ketua DPRD Soroti Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Parigi Moutong di Penas KTNA Saat Bencana Melanda
Wakil Ketua DPRD Soroti Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Parigi Moutong di Penas KTNA Saat Bencana Melanda

Wakil Ketua DPRD Soroti Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Parigi Moutong di Penas KTNA Saat Bencana Melanda

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak hadirnya Pimpinan Daerah pada rapat penanggulangan bencana (Penas) yang diselenggarakan oleh Komunitas Tanggap Bencana Nasional (KTNA) ketika wilayahnya tengah dilanda gempa bumi dan banjir.

Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter mengguncang sebagian wilayah Parigi Moutong pada pagi hari Senin, diikuti dengan hujan lebat yang menyebabkan luapan banjir di beberapa kecamatan. Dampak langsung meliputi kerusakan rumah, terganggunya jalur transportasi, serta kebutuhan mendesak akan bantuan medis dan logistik.

Dalam rapat Penas yang dihadiri perwakilan provinsi, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat pada tanggal 12 Juni 2026, Sayutin menegaskan bahwa kehadiran pemimpin daerah sangat krusial untuk koordinasi lapangan. Ia menyoroti bahwa ketidakhadiran tersebut menimbulkan kesan kurangnya komitmen pemerintah setempat dalam penanganan darurat.

  • Mengoptimalkan distribusi bantuan kepada korban.
  • Mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak.
  • Mengaktifkan pusat pengungsian yang telah disiapkan.
  • Menjamin ketersediaan tenaga medis dan obat‑obatan di daerah terdampak.

Sayutin Budianto menuntut agar Pimpinan Daerah segera memberikan penjelasan resmi, serta menggarisbawahi perlunya pembentukan tim respons cepat yang melibatkan perwakilan DPRD, aparat, dan organisasi kemanusiaan.

Reaksi masyarakat setempat beragam. Sebagian mengapresiasi keberanian Sayutin menyoroti isu ini, sementara yang lain menunggu tindakan konkret dari pemerintah daerah. Di sisi lain, pihak kepolisian daerah menyatakan akan menindaklanjuti laporan mengenai potensi kelalaian dalam penanganan bencana.

Ke depan, DPRD Kabupaten Parigi Moutong berencana mengadakan pertemuan lanjutan dengan semua pemangku kepentingan untuk menilai efektivitas langkah‑langkah penanggulangan yang telah diambil, serta memastikan tidak terulangnya situasi serupa ketika bencana selanjutnya melanda.