Presiden Prabowo Dorong Percepatan Realisasi PLTS 100 GW
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Realisasi PLTS 100 GW

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Realisasi PLTS 100 GW

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau menuntut agar target ambisius tersebut tidak hanya menjadi wacana, melainkan segera terwujud dalam waktu dekat.

Program PLTS 100 GW merupakan bagian dari rencana strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi karbon. Pemerintah menargetkan tercapainya kapasitas terpasang sebesar 100 GW pada akhir dekade ini, yang akan menambah porsi energi terbarukan dalam bauran listrik nasional menjadi lebih dari 30 persen.

Berikut ini rangkaian langkah utama yang diharapkan dapat mempercepat realisasi program tersebut:

  • Percepatan izin lingkungan dan tata ruang: Memperpendek proses perizinan bagi proyek PLTS baik skala besar maupun mikro, khususnya di daerah yang memiliki potensi sinar matahari tinggi.
  • Peningkatan investasi: Menarik lebih banyak investasi domestik dan asing melalui insentif fiskal, pembiayaan lunak, dan jaminan kontrak pembelian listrik (PPA) yang stabil.
  • Penguatan rantai pasok: Mendorong produksi panel surya, inverter, dan komponen terkait di dalam negeri untuk menurunkan biaya proyek.
  • Pengembangan infrastruktur penyimpanan energi: Memperluas kapasitas baterai dan teknologi penyimpanan lain guna mengatasi intermitensi energi surya.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia: Menyelenggarakan pelatihan teknis bagi tenaga kerja di sektor energi terbarukan.

Berikut adalah estimasi capaian tahunan yang diusulkan pemerintah:

Tahun Kapasitas Terpasang (GW)
2024 12
2025 25
2026 40
2027 60
2028 80
2029 100

Para pakar energi menilai percepatan program PLTS dapat memberikan dampak signifikan pada keamanan energi nasional serta menciptakan lapangan kerja baru. Namun, mereka juga menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian, kejelasan kebijakan tarif, serta dukungan kuat dari sektor swasta.

Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan menyerukan kerja sama semua pihak—pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat—untuk bersama-sama mewujudkan visi Indonesia sebagai negara berkarbon rendah melalui energi surya yang meluas.