Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto mengundang Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, ke Istana Kepresidenan pada Senin (tanggal). Pertemuan ini dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk menanggapi sejumlah persoalan penting yang melibatkan maskapai penerbangan nasional dan kebijakan pendidikan tinggi.
Beberapa isu utama yang menjadi latar belakang pertemuan antara lain:
- Masalah keuangan Garuda Indonesia – Maskapai mengalami defisit yang signifikan, penurunan pendapatan, serta beban utang yang terus meningkat. Pemerintah menuntut langkah konkret untuk memperbaiki likuiditas dan mengoptimalkan operasional.
- Manajemen dan tata kelola – Kritik publik mengenai transparansi, proses pengadaan, dan keputusan strategis perusahaan menuntut klarifikasi dari pihak manajemen.
- Kebijakan pendidikan tinggi – Menteri Brian Yuliarto tengah menyusun reformasi kurikulum dan program beasiswa yang melibatkan sektor penerbangan, termasuk pelatihan pilot dan teknisi.
Dalam rapat, Presiden menekankan pentingnya sinergi antara industri penerbangan dan lembaga pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Ia meminta Glenny Kairupan menyampaikan rencana restrukturisasi yang realistis, termasuk langkah penghematan biaya, penataan kembali armada, serta potensi kerja sama dengan investor strategis.
Sementara itu, Brian Yuliarto diharapkan menyampaikan program kebijakan yang dapat mendukung pengembangan tenaga kerja terampil bagi industri aviasi, seperti peningkatan program vokasi, kerjasama riset, dan beasiswa bagi mahasiswa teknik penerbangan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan bahwa kedua pihak akan menyusun laporan terperinci dalam waktu dua minggu ke depan, yang kemudian akan ditinjau oleh tim khusus di Istana. Pemerintah berharap hasilnya dapat mempercepat pemulihan Garuda Indonesia sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.




