Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II
Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II

Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan serangkaian 13 proyek hilirisasi tahap II pada acara yang digelar di Ibu Kota Negara. Upacara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta Menteri Investasi dan beberapa pejabat tinggi terkait.

Rangkaian proyek ini merupakan lanjutan dari program hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, memperluas basis industri, serta menciptakan lapangan kerja baru. Seluruh proyek berada dalam sektor-sektor strategis seperti petrokimia, kimia dasar, pupuk, serta produk olahan lainnya yang memiliki potensi ekspor tinggi.

  • Pengembangan fasilitas petrokimia berkapasitas besar untuk mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tinggi.
  • Pembangunan pabrik pupuk urea dan amonia guna mendukung ketahanan pangan nasional.
  • Ekspansi industri kimia khusus yang menargetkan pasar regional dan global.
  • Peningkatan kapasitas produksi bahan bakar nabati sebagai bagian dari diversifikasi energi.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, investor, dan pelaku industri dalam merealisasikan target hilirisasi. Ia menegaskan bahwa proyek-proyek ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global, tetapi juga meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan devisa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal dan non‑fiskal untuk menarik investasi domestik maupun asing. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Seluruh 13 proyek tahap II diperkirakan akan selesai dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun, dengan total nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS. Pemerintah menargetkan penciptaan lebih dari 50.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dengan peluncuran proyek ini, Indonesia mengukuhkan komitmennya dalam mengimplementasikan agenda hilirisasi sebagai pilar utama strategi pembangunan ekonomi jangka menengah hingga panjang.