Presiden Prabowo Serahkan Secara Simbolis Kunci Pesawat Tempur Rafale kepada Panglima TNI
Presiden Prabowo Serahkan Secara Simbolis Kunci Pesawat Tempur Rafale kepada Panglima TNI

Presiden Prabowo Serahkan Secara Simbolis Kunci Pesawat Tempur Rafale kepada Panglima TNI

Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (26 Mei 2024) secara simbolis menyerahkan kunci pesawat tempur Rafale kepada Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, dalam rangka menandai langkah penting akuisisi alutsista modern bagi Angkatan Udara. Upacara berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, dengan dihadiri pejabat kementerian pertahanan, perwakilan industri dirgantara, serta media.

Penyerahan kunci ini bukanlah transaksi fisik, melainkan simbol komitmen pemerintah untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia melalui pembelian 42 unit pesawat Rafale buatan Dassault Aviation. Pesawat Rafale dikenal memiliki kemampuan multi‑role, mampu melakukan serangan udara-ke-udara, udara-ke-darat, serta misi intelijen dan pengawasan.

Berikut beberapa poin penting terkait akuisisi Rafle:

  • Jumlah unit: 42 unit, yang direncanakan akan masuk layanan mulai tahun 2027.
  • Nilai kontrak: diperkirakan mencapai US$5,6 miliar, mencakup pesawat, sistem persenjataan, dan pelatihan pilot.
  • Manfaat strategis: meningkatkan kedaulatan udara, menutup kesenjangan teknologi militer, dan memperkuat kemampuan intervensi cepat.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pertahanan negara, sekaligus menegaskan bahwa proses pengadaan telah melalui prosedur transparan dan akuntabel. “Rafale akan menjadi tulang punggung pertahanan udara Indonesia, melindungi kedaulatan wilayah udara kita dari segala ancaman,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Panglima TNI menyambut penyerahan kunci dengan rasa syukur dan komitmen tinggi. Ia menambahkan, “Kami siap mengoptimalkan potensi Rafale melalui pelatihan intensif, pemeliharaan berkelanjutan, dan integrasi sistem senjata yang mendukung strategi pertahanan nasional.”

Pengadaan Rafale juga membuka peluang kerja sama teknologi antara Indonesia dan Prancis, termasuk transfer pengetahuan, produksi komponen lokal, serta pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Secara keseluruhan, penyerahan simbolis ini menandai babak baru dalam modernisasi alutsista TNI AU, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah keamanan regional.