Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Pada pagi hari Senin, 18 Mei 2024, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tekanan penurunan. Kurs resmi Bank Indonesia tercatat pada Rp 17.630 per dolar Amerika Serikat, mengalami pelemahan 33 poin atau sekitar 0,19 % dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang menambah ketidakpastian di pasar keuangan global. Sentimen risiko yang melemah mendorong sebagian investor asing menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menambah tekanan pada mata uang lokal.
Selain faktor geopolitik, pergerakan harga minyak mentah juga berperan. Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan beban impor energi bagi Indonesia, yang pada gilirannya dapat memperburuk defisit transaksi berjalan dan menurunkan nilai tukar rupiah.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Penutupan sebelumnya | Rp 17.597 per USD |
| Kurs Senin pagi | Rp 17.630 per USD |
| Perubahan | +33 poin (0,19 %) |
Bank Indonesia terus memantau situasi dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan. Sementara itu, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan fluktuasi komoditas yang dapat mempengaruhi likuiditas dan nilai tukar.




