Profil Lengkap Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Profil Lengkap Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Profil Lengkap Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Jumhur Hidayat, tokoh serikat buruh yang telah lama berkecimpung di dunia perjuangan pekerja, resmi diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup dalam Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengangkatan ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan lingkungan Indonesia, menggabungkan perspektif sosial dengan agenda keberlanjutan.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Jumhur lahir pada tahun 1975 di Jawa Barat. Ia menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Padjadjaran, dengan fokus pada hubungan industrial. Setelah lulus, ia langsung terjun ke dunia serikat pekerja, bergabung dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Jejak Aktivisme Buruh

Sepanjang kariernya, Jumhur dikenal sebagai aktivis yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di sektor formal maupun informal. Beberapa pencapaian pentingnya antara lain:

  • Memimpin aksi mogok nasional pada 2015 yang menuntut peningkatan upah minimum.
  • Mendirikan jaringan solidaritas antar serikat di seluruh Indonesia, mencakup lebih dari 200.000 anggota.
  • Berperan sebagai penasehat kebijakan tenaga kerja pada Kementerian Tenaga Kerja (2018‑2021).

Peran dalam Pemerintahan Sebelumnya

Sebelum diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur menjabat sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia juga pernah menjadi penasihat khusus bagi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, yang kemudian dipindahkan ke posisi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan setelah penggantian jabatan.

Pengangkatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup

Pada upacara pelantikan yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemilihan Jumhur didasarkan pada kemampuan untuk menjembatani kepentingan pekerja, industri, dan konservasi alam. “Kita membutuhkan pemimpin yang memahami dinamika sosial ekonomi sekaligus komitmen terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Prabowo.

Jumhur menggantikan posisi Hanif Faisol yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Hanif kemudian dilantik kembali sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Tantangan dan Agenda Utama

Sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur menghadapi beberapa tantangan utama, antara lain:

  1. Menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan target pengurangan emisi karbon.
  2. Memperkuat penegakan regulasi perlindungan hutan dan ekosistem laut.
  3. Mendorong transisi energi terbarukan dengan melibatkan sektor pekerja dalam proses perubahan.

Agenda pertamanya mencakup penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk mitigasi perubahan iklim, revokasi izin tambang yang melanggar standar lingkungan, serta peluncuran program pelatihan hijau bagi pekerja di sektor energi.

Dengan latar belakang kuat di bidang buruh dan kebijakan, diharapkan Jumhur dapat membawa pendekatan yang lebih inklusif dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.