Profil Mayjen Trenggono, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lulusan Akmil 1993
Profil Mayjen Trenggono, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lulusan Akmil 1993

Profil Mayjen Trenggono, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lulusan Akmil 1993

Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin 1 Juni 2026 menugaskan kembali jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mengangkat Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Penunjukan ini menandai langkah penting dalam upaya pemerintah memperkuat kebijakan gizi nasional menjelang pemilihan umum 2027.

Mayjen Trenggono menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) Bandung dan lulus pada tahun 1993. Selama kariernya, ia dikenal sebagai perwira yang berpengalaman dalam bidang logistik, strategi pertahanan, dan manajemen sumber daya manusia.

Riwayat Pendidikan

Tahun Institusi Gelar / Program
1993 Akademi Militer, Bandung Sarjana Militer (S.Mil)
2001 Universitas Indonesia Magister Manajemen (MM)
2010 Institute of Defense Studies Program Doktoral (tidak selesai)

Jalur Karier Militer

  • 1993‑1998: Perwira muda di Resimen Infanteri 1 Kostrad.
  • 1999‑2005: Komandan Batalyon Logistik di Kostrad.
  • 2006‑2012: Kepala Subdirektorat Logistik Angkatan Darat.
  • 2013‑2018: Wakil Komandan Pusat Logistik TNI AD.
  • 2019‑2023: Direktur Pengadaan Alutsista TNI.
  • 2024‑2026: Sekretaris Jenderal Biro Umum (BGN) sebelum diangkat menjadi Wakil Kepala.

Dalam peran barunya, Mayjen Trenggono bertanggung jawab mengkoordinasikan program-program gizi strategis, mengawasi implementasi kebijakan nutrisi di seluruh wilayah Indonesia, serta meningkatkan sinergi antara kementerian terkait, lembaga riset, dan organisasi non‑pemerintah.

Beberapa fokus utama yang diproyeksikan antara lain:

  1. Peningkatan pemantauan status gizi balita di daerah terpencil.
  2. Penguatan rantai pasokan makanan bergizi melalui program kemitraan dengan sektor pertanian.
  3. Pengembangan kebijakan suplementasi mikronutrien berbasis bukti ilmiah.

Mayjen Trenggono juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral, termasuk kerja sama dengan kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta lembaga internasional seperti WHO dan FAO, untuk mewujudkan target penurunan stunting nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Penunjukan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian agenda gizi nasional, sekaligus menambah kredibilitas BGN di mata publik dan pemangku kepentingan internasional.