Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Psikolog Indah Sundari Jayanti menekankan bahwa sensitivitas tubuh merupakan sinyal penting yang mengingatkan kita akan kebutuhan fisik dan emosional. Ketika seseorang mengabaikan sinyal‑sinyal tersebut, risiko kelelahan, stres, atau gangguan kesehatan mental dapat meningkat.
Berbagai bentuk sensitivitas meliputi rasa lelah yang berlebihan, nyeri otot, perubahan nafsu makan, serta gangguan tidur. Sinyal‑sinyal ini sering muncul secara bertahap dan mudah terlewatkan karena dianggap hal biasa.
Beberapa contoh sinyal sensitivitas yang perlu diwaspadai
- Kesulitan berkonsentrasi atau mudah tersinggung.
- Rasa cemas yang muncul tanpa sebab jelas.
- Penurunan motivasi dalam aktivitas sehari‑hari.
- Perubahan pola tidur, seperti insomnia atau terlalu banyak tidur.
Untuk menanggapi sinyal tersebut, psikolog menyarankan beberapa langkah sederhana:
- Luangkan waktu untuk melakukan self‑check secara rutin, misalnya menuliskan perasaan dan kondisi fisik setiap malam.
- Prioritaskan istirahat yang cukup, termasuk tidur berkualitas minimal 7‑8 jam.
- Terapkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga.
- Jaga pola makan seimbang dengan cukup nutrisi dan hidrasi.
- Jika sinyal terus berlanjut atau memburuk, konsultasikan ke profesional kesehatan mental.
Indah Sundari Jayanti menutup dengan menekankan bahwa mendengarkan tubuh bukan sekadar menuruti keinginan sesaat, melainkan bentuk perawatan diri yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan sensitivitas sinyal diri, individu dapat mencegah akumulasi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.




