PT Xacti Indonesia Tutup di Depok, 350 Karyawan Menghadapi PHK
PT Xacti Indonesia Tutup di Depok, 350 Karyawan Menghadapi PHK

PT Xacti Indonesia Tutup di Depok, 350 Karyawan Menghadapi PHK

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | PT Xacti Indonesia yang beroperasi di kawasan industri Depok resmi menghentikan aktivitas usahanya pada akhir pekan ini. Penutupan tersebut berdampak langsung pada 350 orang pekerja yang kini harus mengakhiri kontrak kerja mereka.

Serikat pekerja Karya Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) segera menanggapi situasi ini dengan menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan intervensi cepat. KSPI menyoroti risiko sosial‑ekonomi yang dapat timbul di wilayah Depok dan sekitarnya, mengingat sebagian besar pekerja berasal dari Banten dan sekitarnya.

Tindakan yang Diminta KSPI

  • Menyediakan paket pesangon yang sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan.
  • Memberikan program pelatihan ulang (re‑skilling) bagi pekerja yang terdampak.
  • Mengalokasikan dana bantuan sosial sementara bagi keluarga yang kehilangan sumber penghasilan.
  • Mendorong penyaluran tenaga kerja ke industri lain yang memiliki kebutuhan tenaga kerja serupa.

Pemerintah Kabupaten Depok melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan resmi dari PT Xacti. Dinas tersebut berjanji akan melakukan mediasi antara perusahaan dan pekerja serta memfasilitasi proses klaim hak‑hak karyawan.

Sementara itu, para pekerja yang terkena PHK mengungkapkan kekhawatiran akan masa depan ekonomi keluarga mereka. Beberapa di antara mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat untuk menanggulangi beban biaya hidup yang meningkat.

Penutupan PT Xacti menambah daftar perusahaan manufaktur yang mengalami kesulitan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Pengamat industri menilai bahwa penurunan permintaan produk elektronik, terutama komponen kamera, menjadi faktor utama yang memicu penutupan pabrik-pabrik sejenis.

Ke depan, para pekerja dan pemerintah diharapkan dapat berkoordinasi untuk menemukan solusi yang meminimalkan dampak sosial, sekaligus mempersiapkan tenaga kerja agar dapat beralih ke sektor yang lebih stabil.