Frankenstein45.Com – 31 Maret 2026 | Operasi Ketupat 2026 yang digulirkan untuk menjamin keamanan mudik dan arus balik Lebaran dinilai berjalan dengan baik. Polri menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja melalui pemanfaatan berbagai inovasi teknologi yang mendukung pengawasan serta respons cepat di jalur-jalur utama.
Berbagai perangkat canggih, antara lain kamera pengawas berbasis AI, drone patroli, serta sistem pemantauan lalu lintas real‑time, menjadi tulang punggung strategi keamanan. Data yang terkumpul secara otomatis diproses di Pusat Komando Operasi (Puskom) sehingga petugas dapat mengidentifikasi potensi kemacetan atau titik rawan kriminalitas secara dini.
- CCTV berbasis AI: mengenali pola kepadatan kendaraan dan memberi peringatan bila terjadi anomali.
- Drone patroli: melakukan inspeksi cepat di daerah terpencil dan mengirimkan gambar udara secara langsung ke pusat kontrol.
- Sistem e‑Ticketing Lalin: memudahkan pencatatan pelanggaran serta memfasilitasi penegakan hukum yang lebih transparan.
- Mobile Command Unit: unit mobilitas yang dilengkapi jaringan komunikasi satelit untuk koordinasi lintas wilayah.
Sementara itu, Komisi Nasional Polri (Kompolnas) memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap kebijakan Lalin (Lalu Lintas). Kompolnas menilai bahwa pendekatan kebijakan harus didasarkan pada data faktual yang dikumpulkan selama Operasi Ketupat, sehingga keputusan yang diambil dapat menyeimbangkan antara kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan.
Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan evaluasi kebijakan yang berbasis data, Polri berupaya menciptakan suasana mudik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.




