Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi kekhawatiran yang diungkapkan oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor (S&P) terkait rasio pembayaran utang pemerintah Indonesia terhadap pendapatan pajak. Dalam sebuah pernyataan, Purbaya mengakui adanya sedikit keraguan dari S&P, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat dikelola dengan baik.
Berikut langkah‑langkah utama yang dijelaskan oleh Menteri Keuangan untuk mengendalikan rasio tersebut:
- Penguatan basis pajak melalui reformasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
- Optimalisasi belanja publik dengan meninjau prioritas proyek dan mengurangi pemborosan.
- Peningkatan efisiensi penerimaan non‑pajak, termasuk pendapatan BUMN dan hasil lelang aset.
- Pengelolaan utang yang hati‑hati, termasuk diversifikasi sumber pembiayaan dan perpanjangan tenor utang.
Selain itu, Purbaya menekankan bahwa target fiskal Indonesia tetap berada dalam jalur yang konsisten dengan kebijakan makroekonomi yang mendukung pertumbuhan. Ia menambahkan bahwa meskipun ada tekanan eksternal, seperti fluktuasi nilai tukar dan kondisi pasar global, pemerintah memiliki ruang manuver yang cukup untuk menjaga stabilitas keuangan.
Penilaian S&P tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, sekaligus memperkuat kepercayaan investor. Menurut Purbaya, dengan langkah‑langkah yang telah direncanakan, rasio pembayaran utang dapat diturunkan ke level yang lebih nyaman bagi pemeringkat dan pasar internasional.




