Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya, menepis dugaan bahwa kebijakan fiskal menjadi faktor utama melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, ia menegaskan bahwa penurunan nilai tukar lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan fluktuasi harga komoditas, bukan karena langkah-langkah fiskal pemerintah.
Beberapa langkah utama yang diambil pemerintah dalam rangka menstabilkan nilai tukar antara lain:
- Penyesuaian cadangan devisa melalui intervensi pasar terbatas.
- Peningkatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam kebijakan moneter dan fiskal.
- Penerapan kebijakan pengelolaan utang publik yang berkelanjutan.
- Penguatan regulasi sektor keuangan untuk memperluas basis kredit domestik.
Purbaya juga menekankan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 tetap positif, dengan ekspektasi pertumbuhan PDB sekitar 5,1 persen. Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi pasar dan siap melakukan penyesuaian kebijakan bila diperlukan demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas mata uang.




