Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax tidak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat inflasi nasional.
| Komponen | Bobot dalam IHK (%) | Perubahan Harga |
|---|---|---|
| Pertamax | 0,25 | +12% |
| Transportasi Umum | 1,8 | +5% |
| Pangan | 30,5 | +3% |
Selain bobot yang kecil, Purbaya menekankan adanya mekanisme substitusi, di mana konsumen dapat beralih ke bahan bakar lain atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ketika harga naik. Hal ini menurunkan tekanan permintaan terhadap Pertamax.
Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan penyesuaian anggaran subsidi BBM serta meninjau kembali kebijakan pajak untuk menahan kenaikan harga di level konsumen. Upaya tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan penerimaan negara dengan kestabilan harga.
Secara keseluruhan, meskipun harga Pertamax naik, dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tetap terbatas. Menteri Keuangan menegaskan bahwa fokus utama tetap pada kebijakan makroekonomi yang lebih luas, termasuk stabilitas nilai tukar, harga pangan, dan pasokan energi secara keseluruhan.




