Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia, menanggapi spekulasi tentang kemungkinan pengunduran dirinya setelah nilai tukar rupiah menembus level psikologis baru, yaitu Rp18.039 per dolar Amerika Serikat.
Spekulasi tersebut muncul di media sosial dan sejumlah portal berita setelah pasar valuta asing menunjukkan tekanan yang signifikan sejak awal tahun. Penurunan nilai tukar dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat, serta faktor domestik seperti defisit perdagangan dan aliran modal keluar.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian Keuangan, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengundurkan diri. Ia menyatakan bahwa fokus utama pemerintah adalah menstabilkan mata uang dan memperkuat fondasi fiskal.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan paket kebijakan yang meliputi:
- Peningkatan cadangan devisa melalui penjualan obligasi luar negeri.
- Peningkatan efisiensi pengelolaan belanja pemerintah.
- Penerapan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan sektor riil.
Berikut ini data pergerakan nilai tukar rupiah dalam enam bulan terakhir:
| Bulan | Kurs (IDR/USD) |
|---|---|
| Januari 2024 | Rp15.600 |
| Februari 2024 | Rp15.950 |
| Maret 2024 | Rp16.300 |
| April 2024 | Rp16.800 |
| Mei 2024 | Rp17.400 |
| Juni 2024 | Rp18.039 |
Analisis para pakar ekonomi menunjukkan bahwa penurunan nilai tukar ini dapat menambah tekanan inflasi, terutama pada barang impor. Namun, mereka juga mencatat bahwa langkah-langkah kebijakan moneter yang sedang dipertimbangkan, seperti penyesuaian suku bunga, dapat membantu menahan laju depresiasi.
Reaksi publik di media sosial beragam. Sebagian mengkritik pemerintah atas kebijakan fiskal yang dianggap kurang tegas, sementara yang lain memberikan dukungan kepada Purbaya dan menilai bahwa stabilitas politik sangat penting dalam masa ketidakpastian ekonomi.
Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras demi memulihkan kepercayaan investor dan menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali.




