Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Utama PT Whoosh, memberikan penjelasan rinci tentang faktor-faktor yang menyebabkan biaya pembangunan jaringan serat optik Whoosh melambung jauh di atas perkiraan awal. Menurutnya, dua pendorong utama adalah keterlambatan proses pembebasan lahan serta lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintah dan pihak swasta.
Berikut rangkuman penyebab utama yang diungkapkan:
- Pembebasan lahan yang lambat – Proses hukum dan administratif dalam mengakuisisi lahan untuk jalur kabel mengalami penundaan hingga berbulan-bulan, memaksa tim proyek menyesuaikan jadwal kerja dan menambah biaya tambahan.
- Koordinasi antarinstansi yang buruk – Kurangnya sinkronisasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan perusahaan kontraktor menimbulkan duplikasi pekerjaan, revisi desain, serta kebutuhan material tambahan.
- Kenaikan harga material – Selama periode pembangunan, harga bahan baku seperti serat optik, konduktor, dan peralatan pendukung meningkat secara signifikan.
- Perubahan regulasi – Penyesuaian kebijakan lingkungan dan standar keamanan yang diterbitkan tengah jalan menambah beban administratif dan biaya compliance.
Akibat kombinasi faktor di atas, total anggaran proyek Whoosh yang awalnya direncanakan sebesar Rp 1,2 triliun melonjak menjadi sekitar Rp 1,9 triliun, menandakan peningkatan hampir 60 persen.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Purbaya menekankan beberapa langkah korektif:
- Mengoptimalkan proses pembebasan lahan melalui mekanisme mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.
- Mendirikan tim koordinasi lintas sektor dengan wewenang keputusan cepat.
- Negosiasi ulang kontrak material dengan penyedia guna memperoleh harga yang lebih kompetitif.
- Melakukan monitoring real-time terhadap progres proyek menggunakan platform digital terpadu.
Pihak Whoosh berharap dengan langkah-langkah ini, proyek dapat kembali ke jalur yang direncanakan dan mengurangi beban biaya tambahan yang tidak terduga.




